PERCOBAAN III
PENGGUNAAN SEVEN SEGMENT
I. Tujuan
1. Memahami dasar-dasar sistem kontrol output menggunakan seven segmen.
2. Praktikan mampu membuat program
menggunakan teknik scanning seven segment pada VBB.
II. Teori Dasar
Seven
Segmen
Peraga seven segmen merupakan peralatan keluaran yang biasa dipergunakan
untuk memperagakan bilangan desimal. Tiap seven segmen dapat berupa filamen
tipis yang berpijar. Tampilan seven segmen terbagi atas dua jenis yaitu seven
segmen Common Anoda dan seven segmen Common
Catoda.
III. Alat-alat
1. PC lengkap
2. Software
virtual breadboard ( VBB )
A.
Percobaan I : Mengendalikan Seven Segmen
- Buka software virtual breadboard pada
komputer anda masing – masing dengan software VBB 4.3.8.
- Desain antarmuka halaman utama dari
sorftware virtual breadboard. Dimana terdapat toolbar yang membantu dalam
menggunakan simulasi arduino.
- Toolbar yang digunakan dalam simulasi ini
yaitu :
·
Aruino à ArduinoStandard
·
UserIO à Seg7, SlidePOT
Gambar 2.0 Antarmuka
software VBB3
- Gunakan Arduino Source Project pada
virtual breadboard pada komputer anda masing-masing. Dalam memasukan
program arduino ke dalam simulasi.
- Dan setting properties pada simulasi
arduino pada application dengan nama source code yang anda gunakan dalam
simulasi.
- Jalankan simulasi dengan cara klik “Run
The Aplication”.
Percobaan
2 : Membuat angka “5” dengan 7-segmen pada VBB
V. TUGAS PENDAHULUAN
1. Jelaskan
secara singakat prinsip kerja dari 7-segmen!
Jawab:
Prinsip
kerja seven segmen ialah input biner pada switch dikonversikan masuk ke dalam
decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut menjadi
desimal, yang nantinya akan ditampilkan pada seven segment.
Seven
segment dapat menampilkan angka-angka desimal dan beberapa karakter tertentu
melalui kombinasi aktif atau tidaknya LED penyusunan dalam seven segment. Untuk
memudahkan penggunaan seven segment, umumnya digunakan sebuah decoder
(mengubah/mengkonversi input bilangan biner menjadi desimal) atau seven segmen
sesuai dengan nilai biner yang diberikan.
Dekoder
BCD ke seven segment digunakan untuk menerima masukan BCD 4-bit dan memberikan
keluaran yang melewatkan arus melalui segment ada dua macam yaitu decoder yang
berfungsi untuk menyalakan seven segmen mode common anoda dan decoder yang
berfungsi untuk menyalakan seven segmen mode common katoda. Contoh IC converter
BCD to Seven Segment untuk 7-segment Common Anoda menggunakan IC TTL 7447 untuk
Common anoda.
2. Sebutkan & Jelaskan perbedaan 7-segmen
common Anoda dengan common Katoda!
Jawab:
a.
Common Anoda
Semua kutub anoda (negatif) dari LED dalam seven segmen
disatukan secara parallel dan semua itu dihubungkan ke VCC, dan kemudan LED
dihubungkan melalui tahanan pembatas arus keluar dari penggerak LED. Kerena
dihubungkan ke VCC, maka kommon anoda ini berada pada kondisi aktif low (LED
akan menyala / aktif apabila diberi logika 0)
b.
Common katoda
Merupakan kebalikan dari common anoda. Disini semua kutub
katoda (positif) disatuakan secara parallel dan dihubungkan ke ground. Karena
seluruh katoda dihubungkan ke ground , maka commod katoda berada pada kondisi
aktif high ( LED akan menyala / aktif bila diberi logika 1).
3. Sebutkan fungsi dari 7-segmen yang biasa digunakan oleh 7-segmen!
Jawab:
a.
Untuk memberikan arus listrik yang cukup kepada Segmen/Elemen
LED untuk menyala. Pada Tipe Dekoder tertentu, Dekoder sendiri dapat mengeluarkan
Tegangan dan Arus listrik yang cukup untuk menyalakan Segmen LED maka Blok
Driver ini tidak diperlukan.
b.
Untuk menyalakan seven segment common anoda dan decoder yang
berfungsi untuk menyalakan seven segment mode common katoda.
4. Sebutkan dan jelaskan tugas dari I/O!
Jawab:
Input : Unit ini berfungsi sebagai
media untuk memasukkan data dari luar ke dalam suatu memori dan processor untuk
diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan. Input devices atau unit
masukan yang umumnya digunakan personal computer (PC) adalah keyboard dan
mouse, keyboard dan mouse adalah unit yang menghubungkan user (pengguna) dengan
komputer.
Output: berfungsi untuk menampilkan keluaran
sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy
(ke monitor), ataupun berupa suara. Output yang dihasilkan dari pemroses dapat
digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus),
image (dalam bentuk
grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin
(machine-readable form).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar