Selasa, 31 Maret 2015

Laporan Praktikum Microprocessor 2


LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROPROSESSOR








                             Nim            : 
                             Nama          : 
                             Kelas          : 
                             Tanggal       :
                             Dosen          :
                              No. Bangku :



Paraf  Asisten      




PERCOBAAN III
PENGGUNAAN SEVEN SEGMENT

I.       Tujuan

1.      Memahami dasar-dasar sistem kontrol output menggunakan seven segmen.
2.      Praktikan mampu membuat program menggunakan teknik scanning seven segment pada VBB.

II.    Teori Dasar


      Seven Segmen
Peraga seven segmen merupakan peralatan keluaran yang biasa dipergunakan untuk memperagakan bilangan desimal. Tiap seven segmen dapat berupa filamen tipis yang berpijar. Tampilan seven segmen terbagi atas dua jenis yaitu seven segmen Common Anoda dan seven segmen Common Catoda.



          

III. Alat-alat

1.      PC lengkap
2.      Software virtual breadboard ( VBB )


A.    Percobaan I : Mengendalikan Seven Segmen

  1. Buka software virtual breadboard pada komputer anda masing – masing dengan software VBB 4.3.8.

  1. Desain antarmuka halaman utama dari sorftware virtual breadboard. Dimana terdapat toolbar yang membantu dalam menggunakan simulasi arduino.

  1. Toolbar yang digunakan dalam simulasi ini yaitu :

·         Aruino à ArduinoStandard
·         UserIO à Seg7, SlidePOT



Gambar 2.0  Antarmuka software VBB3



  1. Gunakan Arduino Source Project pada virtual breadboard pada komputer anda masing-masing. Dalam memasukan program arduino ke dalam simulasi.

  1. Dan setting properties pada simulasi arduino pada application dengan nama source code yang anda gunakan dalam simulasi. 

  1. Jalankan simulasi dengan cara klik “Run The Aplication”.

Percobaan 2 : Membuat angka “5” dengan 7-segmen pada VBB


1.      Tulis program dibawah dengan menggunakan program VBB, caranya ketik pada source code nya :
int del = 500;
int LED1 = 2;
int LED2 = 3;
int LED3 = 4;
int LED4 = 5;
int LED5 = 6;
int LED6 = 7;
int LED7 = 8;
int LED8 = 9;
void setup()
{
pinMode(LED1, OUTPUT);
pinMode(LED2, OUTPUT);
pinMode(LED3, OUTPUT);
pinMode(LED4, OUTPUT);
pinMode(LED5, OUTPUT);
pinMode(LED6, OUTPUT);
pinMode(LED7, OUTPUT);
pinMode(LED8, OUTPUT);
}
void loop()
{
digitalWrite(LED8, HIGH);
digitalWrite(LED3, HIGH);
digitalWrite(LED2, HIGH);
digitalWrite(LED6, HIGH);
digitalWrite(LED5, HIGH);
delay(del);
digitalWrite(LED8, LOW);
digitalWrite(LED3, LOW);
digitalWrite(LED2, LOW);
digitalWrite(LED6, LOW);
digitalWrite(LED5, LOW);
delay(del);
}
2.      Simpan program diatas dengan nama praktikum4, dengan lokasi di folder c:\praktikum\.
3.      Upload program praktikum4 ini ke dalama simulasi arduino dengan mengunakan perintah “Build the application” sampai tidak muncul pesan kesalahan error. Led mana yang menyala, dengan menulis perintah tersebut. Tulis dalam lembar data pengamatan.
4.      Trace baris perintah led nya. tulis isi led mana yang dalam posisi HIGH atau LOW dalam lembar data pengamatan.

V.  TUGAS PENDAHULUAN

1.      Jelaskan secara singakat prinsip kerja dari 7-segmen!
Jawab:
Prinsip kerja seven segmen ialah input biner pada switch dikonversikan masuk ke dalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut menjadi desimal, yang nantinya akan ditampilkan pada seven segment.
Seven segment dapat menampilkan angka-angka desimal dan beberapa karakter tertentu melalui kombinasi aktif atau tidaknya LED penyusunan dalam seven segment. Untuk memudahkan penggunaan seven segment, umumnya digunakan sebuah decoder (mengubah/mengkonversi input bilangan biner menjadi desimal) atau seven segmen sesuai dengan nilai biner yang diberikan.
Dekoder BCD ke seven segment digunakan untuk menerima masukan BCD 4-bit dan memberikan keluaran yang melewatkan arus melalui segment ada dua macam yaitu decoder yang berfungsi untuk menyalakan seven segmen mode common anoda dan decoder yang berfungsi untuk menyalakan seven segmen mode common katoda. Contoh IC converter BCD to Seven Segment untuk 7-segment Common Anoda menggunakan IC TTL 7447 untuk Common anoda.

2.      Sebutkan & Jelaskan perbedaan 7-segmen common Anoda dengan common Katoda!
Jawab:
a.      Common Anoda
Semua kutub anoda (negatif) dari LED dalam seven segmen disatukan secara parallel dan semua itu dihubungkan ke VCC, dan kemudan LED dihubungkan melalui tahanan pembatas arus keluar dari penggerak LED. Kerena dihubungkan ke VCC, maka kommon anoda ini berada pada kondisi aktif low (LED akan menyala / aktif apabila diberi logika 0)
b.      Common katoda
Merupakan kebalikan dari common anoda. Disini semua kutub katoda (positif) disatuakan secara parallel dan dihubungkan ke ground. Karena seluruh katoda dihubungkan ke ground , maka commod katoda berada pada kondisi aktif high ( LED akan menyala / aktif bila diberi logika 1).

3.      Sebutkan fungsi dari 7-segmen yang biasa digunakan oleh 7-segmen!
Jawab:
a.      Untuk memberikan arus listrik yang cukup kepada Segmen/Elemen LED untuk menyala. Pada Tipe Dekoder tertentu, Dekoder sendiri dapat mengeluarkan Tegangan dan Arus listrik yang cukup untuk menyalakan Segmen LED maka Blok Driver ini tidak diperlukan.
b.      Untuk menyalakan seven segment common anoda dan decoder yang berfungsi untuk menyalakan seven segment mode common katoda.

4.      Sebutkan dan jelaskan tugas dari I/O!
Jawab:
Input : Unit ini berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar ke dalam suatu memori dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan. Input devices atau unit masukan yang umumnya digunakan personal computer (PC) adalah keyboard dan mouse, keyboard dan mouse adalah unit yang menghubungkan user (pengguna) dengan komputer.
Output:  berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara. Output yang dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus), image (dalam bentuk grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form).

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar